Perawat Desa Wonorejo Berikan Penyuluhan Prolanis untuk Pasien Hipertensi

  • Jan 12, 2026
  • DESSE ARIA DEWI

Wonorejo – Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) kembali dilaksanakan bagi pasien hipertensi di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang pada hari Jumat 09 Januari 2026. Pada kegiatan ini, perawat desa Wonorejo, Reszeta Berliana Niltialoka, bertugas memberikan penyuluhan kesehatan kepada para peserta Prolanis dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kemandirian pasien dalam mengelola penyakit hipertensi.
Dalam penyuluhannya, Reszeta menyampaikan bahwa hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering tidak menimbulkan keluhan, namun dapat berakibat fatal bila tidak dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, peserta diberikan pemahaman tentang apa itu hipertensi, faktor risiko, serta bahaya komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal apabila tekanan darah tidak terkontrol.
Materi berikutnya adalah penyesuaian gaya hidup, di mana peserta diajak untuk menerapkan pola hidup sehat seperti mengurangi konsumsi garam, lemak, dan makanan tinggi gula, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, rutin berolahraga ringan, berhenti merokok, serta mengelola stres dengan baik. Hal ini dinilai sangat penting sebagai langkah utama dalam membantu menurunkan dan menstabilkan tekanan darah.
Selain itu, perawat Reszeta juga menekankan pentingnya manajemen pengobatan. Pasien diingatkan agar minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter, tidak menghentikan obat tanpa konsultasi, serta rutin memeriksakan tekanan darah untuk memantau kondisi kesehatannya.
Aspek terakhir yang disampaikan adalah strategi koping dan dukungan. Peserta didorong untuk memiliki sikap positif, saling memberi dukungan antar sesama pasien, serta melibatkan keluarga dalam proses perawatan agar lebih mudah menjaga kepatuhan dan motivasi dalam menjalani pengobatan.
Melalui kegiatan penyuluhan Prolanis ini, diharapkan pasien hipertensi di Desa Wonorejo semakin memahami penyakitnya dan mampu menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan, sehingga kualitas hidup meningkat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.