Enam Kewajiban Sesama Muslim, Pesan Tausiah dalam Pengajian Al Maslahah
- Apr 27, 2026
- DESSE ARIA DEWI
Wonorejo, 27 April 2026 – Kelompok pengajian Al Maslahah yang meliputi warga Dusun Krajan RT 07, 08, 09, 10, dan 11 Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, kembali melaksanakan kegiatan pengajian rutin pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan kali ini bertempat di kediaman Ibu Suliana, RT 11 RW 04 Blok Aceman, Dusun Krajan, Desa Wonorejo.
Pengajian rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Acara dihadiri oleh jamaah ibu-ibu dari berbagai RT di wilayah Dusun Krajan, yang senantiasa antusias mengikuti kegiatan keagamaan sebagai sarana memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Ibu Nyai Fatimatus Zahroh, pengasuh Pondok Pesantren Nurut Tauhid. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan tentang enam kewajiban seorang muslim terhadap sesama muslim, yang menjadi pedoman penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Adapun enam kewajiban tersebut adalah:
1. Apabila bertemu, hendaknya mengucapkan salam.
2. Apabila diundang, hendaknya memenuhi undangan tersebut.
3. Apabila dimintai nasihat, hendaknya memberikan nasihat yang baik.
4. Apabila mendengar saudara bersin, hendaknya mendoakan dengan ucapan yang baik.
5. Apabila ada saudara yang sakit, hendaknya menjenguknya.
6. Apabila ada saudara yang meninggal dunia, hendaknya melayat dan mengantarkan ke pemakaman.
Dalam tausiahnya, Ibu Nyai Fatimatus Zahroh menekankan bahwa keenam hal tersebut merupakan bentuk nyata dari ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, dan rasa kasih sayang antar sesama umat Islam. Dengan mengamalkan ajaran tersebut, diharapkan hubungan antarwarga semakin harmonis, rukun, dan penuh keberkahan.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemampuan untuk mengamalkan ilmu yang telah disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pengajian Al Maslahah ini diharapkan terus menjadi wadah pembinaan spiritual dan penguat persatuan di tengah masyarakat Desa Wonorejo.