Bukan untuk Dijauhi, Mereka Butuh Dipahami: Bhabinkamtibmas Wonorejo Ajak Keluarga Dampingi ODGJ melalui Posyandu Jiwa MARKISA
- Jul 18, 2026
- DESSE ARIA DEWI
Wonorejo, Kedungjajang – Di tengah suasana hangat dan penuh kepedulian, Posyandu Kesehatan Jiwa MARKISA (Mari Kita Sayangi Orang Dengan Gangguan Jiwa) kembali digelar di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan keluarganya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendampingan, sekaligus penguatan agar proses pemulihan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian dalam pelaksanaan Posyandu Keswa MARKISA kali ini adalah penyuluhan yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Wonorejo, Bapak Bambang Suwarsono. Di hadapan para pasien ODGJ dan keluarga yang hadir, ia menyampaikan pesan-pesan penting mengenai peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung kesehatan jiwa.
Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Bhabinkamtibmas mengingatkan keluarga agar senantiasa melakukan pengawasan terhadap kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat. Minum obat secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi pasien agar tetap stabil dan membantu mencegah kekambuhan.
Namun, kesehatan jiwa tidak hanya tentang obat.
Di balik setiap pasien yang hadir, terdapat keluarga yang terus belajar untuk memahami, mendampingi, dan memberikan kasih sayang. Karena itu, keluarga juga didorong untuk membantu pasien agar tetap bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Interaksi sosial yang sehat dapat membantu pasien merasa diterima, dihargai, dan tidak terasing dari kehidupan bermasyarakat.
Bambang Suwarsono juga mengajak pasien dan keluarga untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan keagamaan dan pendekatan spiritual diharapkan dapat menjadi salah satu sumber ketenangan batin serta memberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pemulihan.
Pesan yang disampaikan bukan sekadar penyuluhan biasa. Ada harapan besar agar stigma terhadap ODGJ perlahan dapat dihapuskan dari tengah masyarakat.
Sebab, di balik label “ODGJ”, ada seorang manusia yang tetap memiliki perasaan, harapan, keluarga, dan hak untuk hidup berdampingan secara layak di tengah masyarakat. Mereka tidak membutuhkan pengucilan, melainkan dukungan. Mereka tidak membutuhkan cibiran, melainkan pengertian. Dan mereka tidak seharusnya berjalan sendiri dalam proses pemulihan.
Melalui Posyandu Jiwa MARKISA, Desa Wonorejo berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih dekat dengan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian, membangun dukungan keluarga, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab bersama.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026 di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap ODGJ dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana: memastikan obat diminum secara teratur, menemani mereka bersosialisasi, memberikan kasih sayang, menguatkan secara spiritual, dan tidak pernah berhenti memberi harapan.
Karena setiap orang berhak untuk disayangi, didampingi, dan diberi kesempatan untuk pulih. Itulah semangat MARKISA: Mari Kita Sayangi Orang Dengan Gangguan Jiwa.