Menyambut Tahun Baru Islam dengan Muhasabah, Jamaah Pengajian Miftahul Jannah Wetan Sepuran Gelar Istighosah dan Tausiah Penuh Makna
- Jun 16, 2026
- DESSE ARIA DEWI
Wonorejo, 16 Juni 2026 – Semangat menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tampak begitu terasa dalam kegiatan rutin Pengajian Miftahul Jannah yang dilaksanakan pada Selasa malam Rabu, 16 Juni 2026, bertempat di langgar kediaman Bu Nyai Nasifah, Dusun Wetan Sepuran, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang.
Pengajian yang berada di bawah asuhan Nyai Munasifah tersebut dihadiri oleh para jamaah dari lingkungan sekitar yang dengan penuh khidmat mengikuti rangkaian acara mulai dari pembacaan istighosah, doa bersama, hingga tausiah keagamaan.
Pada kesempatan kali ini, Nyai Munasifah menyampaikan tausiah bertema “Istighosah Menyambut Tahun Baru Islam”. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum introspeksi diri atau muhasabah atas perjalanan hidup yang telah dilalui.
“Tahun Baru Islam kembali datang tanpa terasa. Waktu berjalan begitu cepat, sementara umur kita terus berkurang setiap harinya. Oleh karena itu, kita harus senantiasa bermuhasabah dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik daripada tahun sebelumnya,” pesan Nyai Munasifah di hadapan jamaah.
Beliau juga mengingatkan bahwa kesibukan dan rutinitas sehari-hari sering kali membuat manusia lupa untuk mengevaluasi diri. Melalui istighosah dan doa bersama, umat Islam diajak memohon ampunan, keberkahan, serta keselamatan kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Kegiatan pengajian rutin ini tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu agama, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Dusun Wetan Sepuran.
Dengan suasana yang penuh kekhusyukan dan kebersamaan, pengajian malam itu menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih bermakna.