Semangat Kebersamaan Sambut 1 Suro, Kepala Desa Wonorejo Hadiri Barik’an Warga RT 29 RW 11 Curah Lengkong
- Jun 16, 2026
- DESSE ARIA DEWI
Wonorejo, 16 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai 1 Suro, warga RT 29 RW 11 Dusun Curah Lengkong, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, menggelar tradisi Barik’an (selamatan) pada Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Desa Wonorejo, Bapak Bahrul Rozi.
Tradisi Barik’an merupakan kegiatan yang telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat setiap tahun sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memanjatkan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya (tolak bala).
Acara yang dilaksanakan di lingkungan RT 29 RW 11 Dusun Curah Lengkong ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta warga sekitar. Suasana penuh keakraban terlihat saat warga berkumpul dan mengikuti rangkaian doa bersama dengan penuh khusyuk.
Kepala Desa Wonorejo, Bapak Bahrul Rozi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang terus melestarikan tradisi positif yang sarat dengan nilai kebersamaan dan spiritualitas tersebut. Menurutnya, Barik’an tidak hanya menjadi sarana memohon keselamatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Tradisi seperti ini merupakan warisan budaya yang baik dan perlu terus dijaga. Selain sebagai bentuk rasa syukur dan doa bersama, kegiatan ini juga memperkuat persatuan, kekompakan, dan kerukunan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, warga secara bersama-sama memanjatkan doa agar Desa Wonorejo senantiasa diberikan keamanan, ketentraman, kesehatan, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana dan gangguan yang dapat menghambat kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan 1 Muharram atau 1 Suro ini, masyarakat Dusun Curah Lengkong berharap tahun yang baru dapat membawa keberkahan, kedamaian, serta semakin mempererat rasa persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Tradisi Barik’an yang terus dilestarikan oleh warga menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal masih tumbuh dan terjaga dengan baik di Desa Wonorejo. Dengan semangat tersebut, masyarakat berharap dapat menyongsong tahun baru Islam dengan penuh optimisme dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.