Senyum Yatim Warnai Malam Penuh Berkah, Santunan 15 Anak Yatim Jadi Momen Haru dalam Ngaji Bareng Majelis Rijalul Mukhlisin
- Jun 04, 2026
- DESSE ARIA DEWI
Wonorejo – Suasana penuh kehangatan dan keberkahan menyelimuti kediaman Kepala Desa Wonorejo, Bapak Bahrul Rozi, pada Rabu (03/06/2026). Ratusan jamaah berkumpul dalam kegiatan Ngaji Bareng Majelis Sholawat Rijalul Mukhlisin (MRM) yang diasuh oleh Gus Khoir. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila serta Hari Lahir Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno (Bung Karno).
Acara tersebut dihadiri oleh Camat Kedungjajang, Bapak Samsul Nurul Huda, perangkat desa, kader-kader Desa Wonorejo, serta berbagai kelompok pengajian yang berasal dari seluruh wilayah Desa Wonorejo. Kehadiran para jamaah menambah semarak kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan.
Lantunan sholawat yang menggema sepanjang acara menghadirkan suasana religius yang menyejukkan hati. Gus Khoir dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kepedulian sosial sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Momen yang paling menyentuh hati dalam kegiatan ini adalah pemberian santunan kepada 15 anak yatim yang berasal dari Dusun Duko dan Dusun Curahlengkong, Desa Wonorejo. Satu per satu anak yatim menerima santunan dengan penuh haru, disaksikan oleh seluruh jamaah yang hadir. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Wonorejo.
Kepala Desa Wonorejo, Bapak Bahrul Rozi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila dan Hari Lahir Bung Karno tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi sesama, khususnya bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kecintaan kepada nilai-nilai kebangsaan dan ajaran agama dapat terus terjaga. Senyum bahagia yang terpancar dari wajah anak-anak yatim menjadi pengingat bahwa berbagi merupakan salah satu bentuk ibadah yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang.
"Ketika sholawat menggema dan tangan-tangan kasih menyapa anak yatim, saat itulah nilai kemanusiaan dan persaudaraan benar-benar hidup di tengah masyarakat."