Tujuh Amalan Penerang Kubur Jadi Pesan Utama Pengajian Al Maslahah di Dusun Krajan Wonorejo
- Jun 29, 2026
- DESSE ARIA DEWI
Wonorejo, 29 Juni 2026 – Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai kegiatan rutin Pengajian Al Maslahah yang diikuti warga RT 07, RT 08, RT 09 RW 03 serta RT 10 dan RT 11 RW 04 Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, pada Senin (29/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di kediaman B. Ria, RT 08 RW 03, berlangsung dengan penuh khidmat sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.
Pengajian rutin yang digelar setiap hari Senin ini menghadirkan Nyai Fatimatus Zahroh sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan bernapas, sehat, dan mampu menjalankan amal saleh.
Menurut beliau, nikmat kehidupan yang masih diberikan Allah SWT merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memperbanyak ibadah dan bekal menuju kehidupan akhirat. Manusia tidak pernah mengetahui kapan ajal akan datang. Beliau mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa rata-rata usia umat beliau berkisar antara 60 hingga 70 tahun, sedangkan usia yang melebihi itu merupakan bonus yang patut disyukuri dengan semakin meningkatkan amal kebaikan.
Dalam tausiah tersebut, Nyai Fatimatus Zahroh juga menyampaikan tujuh amalan yang dapat menjadi sebab diteranginya alam kubur seseorang, yaitu:
I1. khlas dalam beribadah kepada Allah SWT.
2. Berbakti kepada kedua orang tua.
3. Menjalin dan menjaga tali silaturahmi.
4. Tidak menyia-nyiakan umur untuk kemaksiatan, melainkan mengisinya dengan ibadah dan amal saleh.
5. Tidak menuruti hawa nafsu yang menjerumuskan pada keburukan.
6. Senantiasa giat dan istiqamah dalam beribadah.
7. Memperbanyak menyebut dan mengingat Asma Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh hati, sehingga jamaah tampak antusias menyimak setiap nasihat yang diberikan. Tausiah ini menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan bekal menuju akhirat harus dipersiapkan sejak dini melalui amal saleh dan akhlak yang baik.
Selain menjadi wadah menimba ilmu agama, Pengajian Al Maslahah juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga Dusun Krajan. Melalui kegiatan rutin ini, masyarakat terus menjaga tradisi kebersamaan, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan Desa Wonorejo.
Dengan terselenggaranya pengajian secara istiqamah setiap pekan, diharapkan semangat masyarakat dalam mengamalkan ajaran Islam semakin meningkat serta mampu membentuk lingkungan yang religius, harmonis, dan penuh kepedulian sosial. Nilai-nilai yang disampaikan dalam tausiah diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh jamaah untuk memanfaatkan setiap hembusan napas sebagai kesempatan memperbanyak amal saleh sebelum datangnya waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT.