Bukan Sekadar Penyuluhan, Sosialisasi HIV/AIDS di Ponpes Nurul Istiqomah Dorong Santri Berani Peduli dan Melawan Stigma
- Jul 19, 2026
- DESSE ARIA DEWI
WONOREJO, KEDUNGJAJANG – Upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda terhadap HIV/AIDS terus dilakukan melalui edukasi langsung di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Nurul Istiqomah, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Kedungjajang, yakni dokter ISIP Puskesmas Kedungjajang, dr. Latifah Sukma, dan petugas promosi kesehatan, Ega Novia Jayanti, S.KM. Kegiatan ini turut didampingi oleh Perawat Desa Wonorejo, Reszeta Berliana Niltialoka, A.Md.Kep.
Sosialisasi HIV/AIDS ini menyasar lingkungan pondok pesantren sebagai salah satu ruang penting dalam membangun pemahaman kesehatan di kalangan generasi muda. Para santri diberikan edukasi mengenai HIV/AIDS secara terbuka, dengan pendekatan yang informatif dan mudah dipahami.
Di balik materi kesehatan yang disampaikan, kegiatan tersebut membawa pesan yang lebih luas. HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyangkut pengetahuan, kepedulian, pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS.
Selama ini, kurangnya pengetahuan dan berbagai anggapan yang keliru masih dapat menimbulkan ketakutan serta stigma di tengah masyarakat. Oleh karena itu, edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memahami HIV/AIDS berdasarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui sosialisasi tersebut, para santri diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan untuk menjaga kesehatan diri, tetapi juga mampu menjadi bagian dari masyarakat yang lebih peduli, terbuka, dan tidak mudah memberikan stigma kepada orang lain.
Kehadiran tenaga kesehatan Puskesmas Kedungjajang di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Istiqomah juga menunjukkan bahwa upaya promotif dan preventif bidang kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan.
Bagi para santri, kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting untuk mengenal lebih jauh tentang HIV/AIDS dan cara pencegahannya. Sementara bagi masyarakat secara lebih luas, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan peran bersama dari keluarga, lembaga pendidikan, lingkungan masyarakat, serta generasi muda.
Dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan pendekatan yang humanis, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS semakin meningkat. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan mampu membangun lingkungan yang sehat, peduli, dan bebas dari stigma serta diskriminasi.
Kegiatan sosialisasi di Pondok Pesantren Nurul Istiqomah tersebut menjadi bagian dari upaya Puskesmas Kedungjajang untuk mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat. Sebab, semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan yang benar, semakin besar pula peluang untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif.