Cegah Narkotika dan Pernikahan Dini, Puskesmas Kedungjajang Edukasi Siswa MA Nurut Tauhid
- Jul 16, 2026
- DESSE ARIA DEWI
WONOREJO, KEDUNGJAJANG – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika dan risiko pernikahan dini terus dilakukan melalui edukasi di lingkungan sekolah dan pesantren. Puskesmas Kedungjajang memberikan sosialisasi kepada siswa Madrasah Aliyah (MA) Nurut Tauhid, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Nurut Tauhid, Desa Wonorejo, tersebut menghadirkan petugas kesehatan dari Puskesmas Kedungjajang, yaitu dr. Qotrunnada Medina Salim dan dr. Latifa Sukma. Keduanya didampingi oleh Perawat Desa Wonorejo, Reszeta Berliana Niltialoka, A.Md.Kep.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya narkotika serta dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda. Para siswa diberikan edukasi agar mampu mengenali berbagai risiko yang dapat mengancam masa depan mereka serta memiliki sikap yang tepat dalam menghadapi lingkungan pergaulan.
Dalam penyampaian materi, para petugas kesehatan menekankan pentingnya membangun pergaulan yang sehat, berani menolak ajakan penyalahgunaan narkotika, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Siswa juga diajak untuk lebih memahami bahwa pernikahan dini dapat membawa berbagai konsekuensi, terutama apabila dilakukan tanpa kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, dan ekonomi.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk menyimak materi serta memahami secara lebih mendalam berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkotika dan pernikahan dini.
Melalui kegiatan tersebut, Puskesmas Kedungjajang berharap para siswa MA Nurut Tauhid dapat menjadi generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu mengambil keputusan secara bijak. Edukasi sejak dini dinilai penting sebagai langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika sekaligus mencegah terjadinya pernikahan pada usia anak.
Sinergi antara Puskesmas Kedungjajang, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan lingkungan pesantren diharapkan dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda serta mempersiapkan mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik.