LOKAKARYA MINI BULANAN PUSKESMAS KEDUNGJAJANG PERKUAT EVALUASI PROGRAM DAN PERCEPAT CAPAIAN SPM
- Jul 16, 2026
- DESSE ARIA DEWI
KEDUNGJAJANG, 15 Juli 2026 — Puskesmas Kedungjajang menggelar kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Bulanan sebagai forum evaluasi, koordinasi, dan penguatan pelaksanaan program kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungjajang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Aula Puskesmas Kedungjajang.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang ditandai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Puskesmas Kedungjajang. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian informasi mengenai pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SIPINTER serta Register BOK.
Memasuki agenda utama, masing-masing klaster menyampaikan pemaparan capaian, evaluasi, kendala, serta rencana tindak lanjut program. Pada Klaster 1, pembahasan meliputi pemenuhan KAK setiap klaster, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Semester I, ketentuan pengisian LHK sesuai ketentuan dan temuan hasil verifikasi SPJ, serta evaluasi pengentrian SIMPUL periode 1–15 Juli 2026.
Selain itu, turut disampaikan informasi terkait DMS, rekapitulasi evaluasi presensi kehadiran melalui aplikasi SIPERLU dan SIPINTER, perizinan tenaga kesehatan berupa STR dan SIP, realisasi anggaran dan pendapatan, serta aspek mutu yang mencakup pengaduan, Indikator Nasional Mutu (INM), sasaran keselamatan pasien, dan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM). Pembahasan juga mencakup jaringan dan jejaring berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.
Pada Klaster 2, pemaparan difokuskan pada capaian pelayanan kesehatan ibu dan anak serta program terkait, meliputi capaian ibu hamil K1, calon pengantin, pemantauan status gizi, capaian D/S, pelayanan pendidikan dasar, imunisasi yang mencakup IDL, IBL, dan imunisasi kejar, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta capaian kesehatan tradisional.
Sementara itu, Klaster 3 menyampaikan evaluasi capaian SPM untuk usia produktif, hipertensi, diabetes melitus, kesehatan jiwa, dan lanjut usia. Selain capaian CKG, turut dibahas pengisian SIMPUL sebagai bagian dari penguatan pencatatan dan pelaporan program.
Pada Klaster 4, pembahasan meliputi capaian Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Demam Dengue (DD), capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta capaian SPM Tuberkulosis (TBC).
Adapun pada lintas klaster, dilakukan pemaparan capaian Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP), meliputi pelayanan kesehatan gigi, pelayanan gawat darurat, kefarmasian, laboratorium, dan rawat inap.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang masih dihadapi sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut. Pada Klaster 1, ditemukan permasalahan belum terpenuhinya pengisian data capaian PKP Semester I. Sebagai tindak lanjut, ditetapkan batas waktu pengisian PKP hingga 17 Juli 2026.
Pada Klaster 2, terdapat kesenjangan data antara aplikasi Sigizi dan data program KIA, khususnya pada indikator ibu hamil dan bayi-balita. Untuk mengatasi hal tersebut, akan dilakukan validasi data gizi secara lebih menyeluruh.
Sementara itu, Klaster 3 mencatat belum tercapainya target SPM usia produktif sebesar 50 persen di Desa Umbul dan Desa Krasak. Langkah tindak lanjut yang disepakati adalah mengoptimalkan penjaringan sasaran deteksi dini.
Pada Klaster 4, Angka Bebas Jentik (ABJ) di beberapa desa masih belum mencapai target 95 persen. Untuk itu, akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan guna memperkuat upaya pemberantasan sarang nyamuk dan meningkatkan capaian ABJ.
Dalam pembahasan lintas klaster, ditemukan bahwa rerata item obat yang diresepkan belum memenuhi target. Sebagai langkah perbaikan, akan dilakukan penyegaran kembali kepada tenaga kesehatan agar pelayanan dan peresepan dapat dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Sebagai rekomendasi, dalam pelaksanaan bulan timbang seluruh sasaran diharapkan dapat hadir untuk mendapatkan pelayanan secara optimal. Selain itu, para petugas juga diimbau untuk memastikan pengukuran antropometri pada Buku KIA diisi secara lengkap dan benar. Kelengkapan pencatatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkelanjutan.
Melalui Lokakarya Mini Bulanan ini, Puskesmas Kedungjajang terus memperkuat koordinasi lintas klaster, meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, serta mendorong percepatan pencapaian target program kesehatan. Forum ini diharapkan mampu menjadi sarana evaluasi dan pengambilan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kedungjajang.
Kegiatan Lokakarya Mini Bulanan kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti setiap permasalahan dan rekomendasi yang telah disepakati demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.