Edukasi Tak Pernah Putus: Ahli Gizi dan Bidan Desa Dampingi Balita Gizi Kurang di Curahlengkong

  • Jun 21, 2026
  • DESSE ARIA DEWI

Wonorejo, Kedungjajang – Komitmen tenaga kesehatan dalam mendampingi tumbuh kembang balita terus dilakukan melalui kegiatan kunjungan rumah. Pada Kamis, 18 Juni 2026, Ahli Gizi Puskesmas Kedungjajang, Agies Salmiansyah, S.Tr.Gz., didampingi Bidan Desa Wonorejo, Inna Ari Mustoifah, A.Md.Keb., melakukan kunjungan ke rumah balita yang mengalami masalah gizi sekaligus menolak imunisasi di Dusun Curahlengkong, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang.
Kunjungan tersebut dilakukan kepada Erlan Febriansyah, balita berusia 4 bulan, putra dari Ibu Luluk, yang berdomisili di RT 30 RW 12 Dusun Curahlengkong. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemantauan kondisi kesehatan balita serta pemberian edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan imunisasi bagi tumbuh kembang anak.
Dalam kunjungan tersebut, petugas kesehatan kembali memberikan edukasi dan konseling kepada orang tua mengenai manfaat imunisasi sebagai perlindungan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah. Edukasi dilakukan secara persuasif dengan memberikan penjelasan mengenai keamanan, manfaat, serta dampak yang dapat terjadi apabila anak tidak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Meskipun telah diberikan edukasi ulang secara menyeluruh, pihak keluarga masih belum bersedia memberikan imunisasi kepada balita tersebut. Namun demikian, petugas kesehatan tetap menghormati keputusan keluarga sambil terus melakukan pendekatan dan pendampingan agar orang tua memperoleh informasi yang benar dan lengkap terkait kesehatan anak.
Selain membahas imunisasi, kunjungan juga difokuskan pada pemantauan status gizi Erlan yang sebelumnya mengalami kondisi gizi kurang. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, kondisi balita menunjukkan perkembangan yang positif. Berat badan Erlan telah mengalami peningkatan dan tercatat mencapai kategori 2T (dua kali kenaikan berat badan berturut-turut), yang menandakan adanya perbaikan status pertumbuhan dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Ahli gizi dan bidan desa memberikan apresiasi kepada keluarga atas upaya yang telah dilakukan dalam memperbaiki pola pemberian makan dan perawatan balita. Mereka juga memberikan saran mengenai pemberian ASI, pemantauan pertumbuhan secara rutin, serta pentingnya mengikuti pelayanan kesehatan di posyandu dan fasilitas kesehatan terdekat.
Kegiatan kunjungan rumah ini menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang mendekatkan petugas kepada masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan kondisi kesehatan dan status gizi balita dapat terus membaik serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang anak semakin meningkat.