Ikhlas Menjalani Peran, Menuai Berkah: Pengajian Al Maslahah Wonorejo Ajak Warga Memaknai Pekerjaan Rumah sebagai Ladang Ibadah

  • Jul 22, 2026
  • DESSE ARIA DEWI

Wonorejo, 20 Juli 2026 – Suasana penuh kekeluargaan dan kekhusyukan menyelimuti kediaman Ibu Mutik di RT 09 RW 03 Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, pada Senin (20/7/2026). Ratusan jamaah Pengajian Al Maslahah yang berasal dari RT 07, RT 08, RT 09 RW 03 serta RT 10 dan RT 11 RW 04 berkumpul untuk mengikuti majelis ilmu rutin yang telah menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Senin ini menghadirkan Nyai Hj. Qurrati A'yun sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk memandang aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan.
Menurut Nyai Hj. Qurrati A'yun, pekerjaan rumah tangga yang sering dianggap sebagai rutinitas biasa sesungguhnya memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah SWT apabila dikerjakan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas yang diniatkan karena Allah akan bernilai pahala.
Beliau juga menegaskan bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah. Namun, semangat mencari nafkah harus tetap diimbangi dengan menjaga kualitas ibadah kepada Allah SWT. Keseimbangan antara usaha dunia dan bekal akhirat menjadi kunci untuk memperoleh kehidupan yang penuh keberkahan.
Dalam kesempatan tersebut, Nyai Hj. Qurrati A'yun turut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam sebagai sumber rezeki yang halal. Beliau menyampaikan bahwa salah satu jalan memperoleh penghasilan adalah melalui hasil tumbuh-tumbuhan atau sektor pertanian, sehingga masyarakat diajak untuk menghargai profesi petani sebagai pekerjaan yang mulia dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan agar setiap orang memiliki hati yang lapang ketika hasil usaha belum sesuai harapan. Manusia diwajibkan berikhtiar semaksimal mungkin, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketentuan Allah SWT. Rezeki setiap hamba telah diatur sesuai takdir-Nya sehingga tidak perlu iri terhadap pencapaian orang lain ataupun berputus asa ketika menghadapi kegagalan.
"Jika kita sudah berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hasilnya belum sesuai keinginan, maka bersabarlah dan tetap berlapang dada. Rezeki akan datang sesuai dengan ketentuan Allah. Tidak akan tertukar dan tidak akan berkurang dari apa yang telah ditetapkan," pesan beliau yang disambut dengan penuh perhatian oleh para jamaah.
Beliau juga mengutip makna hadis Rasulullah SAW bahwa tidak ada makanan yang lebih baik daripada makanan yang diperoleh dari hasil jerih payah sendiri. Pesan tersebut menjadi motivasi agar masyarakat senantiasa bekerja secara jujur, mandiri, dan menghindari segala bentuk usaha yang tidak halal.
Di balik kesederhanaan majelis yang digelar di rumah warga, tersimpan makna yang mendalam. Pengajian Al Maslahah tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi, saling menguatkan dalam menghadapi tantangan hidup, serta menumbuhkan semangat bekerja dengan ikhlas dan penuh rasa syukur.
Melalui kegiatan rutin ini, masyarakat Dusun Krajan menunjukkan bahwa pembangunan karakter tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui majelis ilmu yang terus menghidupkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebersamaan dan keikhlasan yang tumbuh dari pengajian Al Maslahah diharapkan terus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk membangun keluarga yang religius, harmonis, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.