Bukan Sekadar Rutinitas, Pengajian AN NAJJAH Menjadi Ruang Warga Wonorejo Merawat Iman dan Silaturahmi
- Jul 18, 2026
- DESSE ARIA DEWI
WONOREJO, KEDUNGJAJANG – Ketika malam mulai turun dan aktivitas warga perlahan mereda, suasana berbeda justru terasa di Blok RT 07 RW 03 Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang. Jumat malam Sabtu, 17 Juli 2026, rumah Ibu Endang Wahyuni di RT 06 RW 03 berubah menjadi ruang kebersamaan bagi jamaah Pengajian AN NAJJAH.
Pengajian rutin yang dilaksanakan setiap Jumat malam Sabtu tersebut bukan sekadar agenda keagamaan. Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, majelis ini menjadi tempat warga berhenti sejenak, menenangkan hati, mempererat silaturahmi, sekaligus bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di bawah asuhan Ibu Nyai Munasifah, Pengajian AN NAJJAH secara konsisten menghadirkan suasana religius yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk, mulai dari pembukaan hingga doa penutup majelis.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah sebagai pembuka untuk memohon keberkahan dan kelancaran majelis. Setelah itu, jamaah melanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, baik surat-surat pendek maupun surat pilihan sebagai bentuk kecintaan terhadap Kalamullah.
Suasana semakin khidmat ketika jamaah bersama-sama melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW. Lantunan sholawat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW serta memperbanyak pujian dan kecintaan kepada beliau.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan istighosah. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh ketundukan dan harapan, baik untuk keselamatan jamaah, keberkahan keluarga, maupun kebaikan bagi masyarakat. Dalam suasana yang tenang, kebersamaan terasa semakin kuat karena setiap jamaah larut dalam lantunan dzikir dan doa.
Bagi warga yang hadir, pengajian tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertemuan rutin. Di balik bacaan yang dilantunkan bersama, terdapat semangat untuk saling menguatkan. Ada warga yang datang membawa kesibukan dari rumah, ada yang hadir setelah menyelesaikan pekerjaan, namun semuanya dipertemukan dalam satu tujuan, yakni menuntut ilmu, beribadah, dan menjaga tali silaturahmi.
Kegiatan Pengajian AN NAJJAH kemudian ditutup dengan doa penutup majelis yang dipimpin oleh pemuka agama atau ustadz. Doa tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus permohonan agar ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, majelis senantiasa mendapat keberkahan, serta seluruh jamaah diberikan keselamatan dan kebaikan dalam menjalani kehidupan.
Keberadaan Pengajian AN NAJJAH menjadi salah satu contoh nyata bahwa kehidupan keagamaan di tengah masyarakat terus tumbuh melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dari rumah ke rumah, dari satu majelis ke majelis lainnya, semangat warga untuk berkumpul dalam kebaikan terus dirawat.
Melalui pengajian rutin setiap Jumat malam Sabtu ini, warga tidak hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga membangun ruang sosial yang memperkuat persaudaraan. Sebab, di balik lantunan Al-Qur'an, sholawat, tahlil, istighosah, dan doa, terdapat pesan sederhana yang terus hidup: bahwa iman akan terasa lebih kuat ketika dirawat bersama dalam kebersamaan.