Merawat Tradisi, Menguatkan Ukhuwah: Fatayat NU Wonorejo Rutin Berkumpul dalam Bingkai Iman dan Kebersamaan

  • Jul 18, 2026
  • DESSE ARIA DEWI

Lumajang – Suasana penuh keakraban dan nuansa religius mewarnai pertemuan rutin Fatayat NU Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (18/7/2026). Bertempat di rumah Ibu Maulidiyah, RT 16 RW 06, Dusun Wetan Sepuran, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di antara para anggota Fatayat NU.
Bagi para perempuan muda Nahdlatul Ulama di Desa Wonorejo, pertemuan rutin bukan sekadar agenda organisasi yang dilaksanakan secara berkala. Di dalamnya terdapat semangat untuk terus menjaga tradisi keagamaan, mempererat persaudaraan, serta membangun kepedulian sosial melalui kegiatan yang berakar pada nilai-nilai Islam dan ke-NU-an.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Al-Fatihah. Suasana kemudian semakin khidmat ketika ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh petugas yang telah ditunjuk.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan dzikir, tahlil, dan doa bersama yang ditujukan untuk para leluhur serta para muassis Nahdlatul Ulama. Lantunan doa yang menggema dalam suasana penuh kekhusyukan menjadi pengingat bahwa setiap langkah perjuangan organisasi tidak dapat dilepaskan dari doa dan penghormatan kepada para pendahulu.
Nuansa religius semakin terasa melalui lantunan sholawat Nabi dan Asroqol. Para anggota Fatayat NU mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan, menjadikan pertemuan tersebut tidak hanya sebagai forum berkumpul, tetapi juga sebagai sarana untuk menenangkan hati dan memperkuat ikatan batin antaranggota.
Semangat kebangsaan turut menjadi bagian penting dalam pertemuan tersebut. Seluruh peserta berdiri bersama untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Fatayat NU dan, apabila diagendakan, lagu Syubbanul Wathan atau Ya Lal Wathan.
Rangkaian acara kemudian diisi dengan sambutan-sambutan serta acara inti yang dapat berupa kajian keagamaan, penyampaian informasi organisasi, maupun pembahasan berbagai agenda Fatayat NU. Melalui forum tersebut, anggota memiliki kesempatan untuk bertukar pikiran, menyampaikan gagasan, serta memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi dan sosial kemasyarakatan.
Doa bersama menjadi bagian penutup dari rangkaian kegiatan. Setelah pembawa acara menutup kegiatan dengan pembacaan hamdalah, pertemuan dilanjutkan dengan ramah tamah.
Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, pertemuan rutin Fatayat NU menjadi ruang sederhana yang memiliki makna besar. Dari rumah ke rumah, dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, terjalin silaturahmi yang tidak hanya mempertemukan para anggota, tetapi juga merawat tradisi, menumbuhkan kepedulian, dan menguatkan peran perempuan dalam kehidupan keagamaan serta sosial kemasyarakatan.
Pertemuan rutin Fatayat NU Desa Wonorejo tersebut menjadi salah satu wujud nyata semangat perempuan Nahdliyin dalam menjaga kesinambungan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat organisasi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Desa Wonorejo.